Minggu, 07 Juli 2013

Muawanah, Asri. 2010. Pengaruh Terapi Akupresur Terhadap Penurunan Sindrom Pre Menstruasi (SPM) Pada Remaja di Poltekkes RS dr. Soepraoen Malang. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi Kebidanan RS dr. Soepraoen Malang. Pembimbing (1) Ardi Panggayuh, S.Kep, M.Kes (2) Lilik Ismiatun, S.ST. Pre-Menstruation Syndrome atau yang lebih dikenal dengan Sindrom Pre Menstruasi (SPM) merupakan kumpulan gejala fisik, psikologis dan emosi yang terkait dengan proses terjadinya siklus menstruasi wanita. Sebuah sumber mengatakan sekitar 85% wanita mengalami gangguan fisik dan emosi menjelang masa ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terapi akupresur berpengaruh terhadap penurunan gejala Sindrom Pre Menstruasi (SPM) pada remaja. Desain penelitian menggunakan pra eksperimen, dengan menggunakan rancangan one group pre test-post test, teknik sampling yang digunakan yaitu puposive sampling, dengan jumlah sampel 49 mahasiswi. Pelaksanaan penelitian pada bulan Mei 2010. Teknik pengolahan data disajikan dengan tabel frekuensi (tabulating, scoring penilaian, klasifikasi). Berdasarkan hasil tentang penelitian ini diketahui kategori SPM sebelum dilakukan terapi 35 responden (71,4%) dengan gejala ringan kemudian setelah dilakukan terapi 16 responden (32,7 %) sudah tidak mempunyai gejala SPM. 11 responden (22,4 %) dengan gejala sedang sebelum dilakukan terapi kemudian setelah dilakukan terapi 26 responden (53,1 %) SPM turun menjadi gejala ringan dan 3 responden (6,1 %) dengan gejala agak berat sebelum dilakukan terapi kemudian 7 responden (14,3 %) gejala PSM turun menjadi gejala sedang. Dan hasil uji Wilcoxon didapatkan hasil z hitung (-6,017) > z tabel (-1,96), maka H0 ditolak, artinya terapi akupresur berpengaruh terhadap penurunan gejala Sindrom Pre Menstruasi (SPM) Pada Mahasiswa Poltekkes RS dr. Soepraoen Malang. Saran bagi remaja putri dapat menerapkan teknik akupresur dalam kehidupan sehari-hari jika dirasa mengalami SPM minimal bagi diri sendiri.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar